on Minggu, 21 Oktober 2012
terobsesi ?

mungkin sebagian orang akan mengernyitkan alis begitu mendengar kata itu, berpikir skeptis bahwa obsesi adalah perilaku egois yang selayaknya dimiliki oleh orang-orang tamak & tidak memiliki image yang cool.
dan gw cuma bisa bilang, "oh".
ya, seperti itu. secara jujur gw sangat mendukung paham bahwa obsesi merupakan motor penggerak yang ampuh untuk kemajuan.

kasih contoh, kenapa tuhan tidak memberikan kesempatan menjadi khalifah kepada malaikat, tapi malah memberikannya pada manusia, yang jelas-jelas dalam hal kepatuhan kalah telak dengan malaikat ?
jawabannya adalah obsesi. tuhan menginginkan dunia dipimpin oleh sese(orang) yang dapat memajukannya, dan manusia memenuhi kriteria itu. jikalau dulu tuhan memberikan kepemimpinan dunia kepada malaikat, maka kondisi bumi sekarang akan sama seperti kondisi awal bumi diciptakan, karena tidak ada obsesi (atau ambisi ? ) membangun dalam diri malaikat.

ya, menurut gw terobsesi tidaklah salah, tergantung dari apa tujuan akhir dari obsesi kita itu. kalo tujuannya udah jelek, maka apapun cara yang ditempuh juga pastinya ga akan bagus. maka, obsesi menurut gw adalah relativ, dalam artian seperti mata pisau dua arah.

gw sendiri mungkin bisa dikatakan sekarang lagi terbakar oleh api obsesi. tapi tenang, seenggaknya obsesi gw menurut gw sendiri tidak dalam artian buruk. gw terobsesi untuk maju, ya, karena gw udah bosen jadi penghuni bangku belakang, gw juga ingin melukis pelangi di kehidupan abu-abu gw dan suatu saat membaginya dengan orang lain.

dan ga perlu memanjangkan tangan untuk meraih bintang, ambil saja kunang-kunang dan kembangkan menjadi sumber cahaya baru. ga perlu muluk-muluk melakukan hal yang mustahil dilakukan (seenggaknya untuk saat ini). dulu gw pernah bercita-cita pengen jadi musisi terkenal, dan akhirnya gw menyadari kalo megang gitar aja gw masih C Am Dm D, wkwkwk.

untuk sekarang, gw sedang mencoba merajut mimpi yang berawal dari kegemaran gw sejak kecil.
yaitu, menggambar :D
memang dari sekian hal yang gw sukai mungkin ini yang paling gw bisa dan senangi. dan yang lebih penting, gw menikmati setiap momen yang gw lakukan, tanpa paksaan, tanpa berpura-pura, dan yang paling penting, hemat energi :D

memang dalam segala sesuatu pasti kita pernah mengalami titik jenuh dan kebosanan, tapi asalkan kita punya sesuatu untuk membakar kembali api obsesi dalam diri, gw yakin lokomotif energi & fokus kita akan terus melaju.

gw sering menyebut itu sebagai muse.

muse sering diartikan sebagai inspirasi, benar. tapi bagi gw muse lebih seperti pengatur rel yang mengembalikan kita ke trek yang bener ketika kita tergelincir. dan muse bisa berkondisi dalam berbagai bentuk, benda-benda kecil, ayah, ibu, teman, saudara, pacar, mantan pacar, mantan suami, peliharaan, atau bahkan sesuatu yang kita tidak ketahui bentuknya. bebas, asalkan kita menerima itu sebagai sebuah titik pemandu yang menerangi jalan kita.

inspirasi, kendali, dan obsesi. adalah senjata ampuh untuk memoles apa yang telah dikaruniakan Tuhan kepada kita, terlepas dari berhasil atau tidaknya sebuah mimpi/harapan, gw percaya bahwa tidak satupun hal yang kita lakukan adalah hal yang sia-sia.

jadi, jangan takut untuk terobsesi :D

NB: tunggu bang ! gw pasti akan segera menyusul kalian !!


on Senin, 08 Oktober 2012

setelah gw inget-inget, ternyata udah cukup lama gw ga nyambangin ni blog butut. yah, ga dosa juga sih kali-kali nulis yang agak lebay dikit, karena secara formal gw juga manusia, jadi sah-sah aja dong berlebay ria :p
gw lagi seneng sekarang, kenapa ? soalnya hujan. ya, setelah kemarin bela-belain download mp3 suara hujan untuk bikin "artificial rain", sekarang akhirnya hujan beneran. hujan, hal yang bagi sebagian orang mungkin menyebalkan, tapi bagi gw hujan adalah moment paling nyaman untuk dinikmati. nyaman buat tidur, nyaman buat minum kopi sambil ngelamun, nyaman buat bikin alasan bermalas-malasan, nyaman buat apa aja men !! ngahaha.

istimewanya lagi, ini hujan pertama di awal musim. sebenarnya disaat-saat seperti ini gw ingin membaginya dengan, yah seseorang. mungkin sekedar pesan singkat berisi, "hey sekarang hujan :D", atau apa aja deh, asal bukan sms mama minta pulsa, ga perlu muluk-muluk, karena gw emang ga pintar berbasa-basi seperti orang normal kebanyakan. tapi gw ga punya cukup keberanian buat ngelakuinnya. ngahahaha hidup looser ! XD

ah sudahlah ! daripada jatohnya jadi aneh mending gw nikmati ni moment langka sama Yozora. kucing baru gw dong :D


tetereeet, ini dia Dan, kucing baru gw. namanya Yozora, itu bahasa jepang yang kalo diindonesiakan kurang lebih berarti "langit malam". gw namain kek gitu soalnya bulunya gelap, dan err~ ga ada alasan lain sih, gitu aja XD

Yozora ini aktif banget anaknya, kalo ga boleh dibilang kucing lebay. baru juga sehari semalam resmi jadi temen gw, dia udah berantakin seisi kamar. dan lagi, naskah komik yang dengan sebegitu kesungguhan hati gw gambar seharian ini dikencingin sama dia ! hadeh, emang udah resiko sih, melihara kucing dalam kamar, jadi apa boleh buat. dan lagipula, Yozora ini udah gw anggap teman seperjalanan gw yang menemani gw menghalau kesepian.

hahahaha, after all. happy rain :D

KKI

on Minggu, 16 September 2012


seru, cape, seneng, rame, kenyang, dan terakhir ngantuuuk banget gw hari ini. gw hari ini sama temen gw si Darmos, ikutan roadshow sekaligus workshop Kompetisi Komik Indonesia. itu adalah rangkaian acara sebelum KKI berlangsung, materinya berisi pengenalan KKI sekaligus workshop yang dipandu mas Beng rahadian sama mas Hikmat Riadi, dan mbak Dewi. mereka adalah komikus senior indonesia dan wartawan Comical Magz, majalah perkomikan yang didistribusikan secara cuma-cuma.

disana gw bertemu banyak sekali komikus dan storywritter dari bermacam background, gw sebutin yang gw kenal aja ya. pertama ada mas Nugraha, beliau adalah penulis cerita sekaligus novelis yang udah nerbitin beberapa judul buku dan satu judul komik, beliau duduk di sebelah gw selama workshop berlangsung, jadi deh langsung kenal, orangnya asik diajak ngobrol, walaupun umurnya diatas kami tapi masih nyambung buat guyonan.

lalu Niken, cewek sepantaran kami, mahasiswi Institut Seni Indonesia yang duduk depan gw. cewek berwajah innocent ini jago banget bikin gambar style shoujo, doodlenya bagus dan kebanyakan bertema romance-slice  of life.

Tantri, temen sekelasnya Niken, cewek berkacamata enerjik yang doyan horror, sama kek gw.

terus ada Toni, rekan kerjanya mas Nugraha. mereka adalah duo komikus, mas Nugraha sebagai storywritter, dan mas Toni sebagai penggambarnya. mereka berdua udah nerbitin satu komik berjudul Lingga Buana.

trus Adi, cowok pendiem ini mahasiswa tingkat 2 ISI, hobbynya nonton Yuri. gw rasa dia otaku :O,

selebihnya gw kurang begitu kenal, soalnya kebanyakan bergerombol bersama teman-teman segengnya. kebanyakan anak ISI sih, cuma gw sama Darmos anak teknik yang kesasar kesana XD

workshopnya sendiri berlangsung seru banget, mungkin karena mas Beng yang emang udah jago banget nge-MC dan kapasitasnya dalam dunia perkomikan, dibantu mas Hikmat yang kocak dan professional. disana kami ditantang untuk membuat premis dan mengembangkan sinopsis cerita untuk komik, karena tema pada hari itu emang pengembangan cerita.

dan yang menariknya di akhir acara dibagikan antologi komik strip dari workshop2 sebelumnya, berguna banget buat belajar. foto yg laen nyusul, masih di kamera mas Toni sama Niken. ja ne :D

on Jumat, 14 September 2012
oi Dan, gw ga bilang ke siapa-siapa.. tapi belakangan ini kepala gw sering sakit banget *_*
on Kamis, 13 September 2012

Yo, Dante, lama tak jumpa. Baik-baik kan, sorry kemarin konsentrasi gw lagi gw curahkan ke hal lain. Sebenarnya belom selesai sih, tapi sekarang gw lagi ga mood buat ngelanjutinnya. entahlah kemarin gw ngerasa ada sesuatu yang ngeganjal tapi gw biarin aja :p
Osh, karena gw lagi ga mood ngapa-ngapain, kita main-main aja yok ^_^
Gw kasih cerpen bagus tentang cowok romantis, wkwk. Kemarin gw nemu ini secara ga sengaja pas nyari file PDF novelnya Ilana Tan. Happy reading:

Judul: TAK BISAKAH DIA ROMANTIS
Gerimis malam itu masih saja belum reda. Aku tetap saja menanti berhentinya kereta api di stasiun Gambir, menunggu kepulangan Abim yang selalu kunantikan suara lembutnya.Jujur aku sangat rindu padanya dan rindu itu kurasa amat menyekam setelah hampir satu tahun ini kami terpisah pada jarak. Abim berkuliah di yogyakarta sedangkan aku sendiri meneruskan kuliahku di Jakarta.Kereta api sudah berhenti dan penumpang berhuyung-huyung turun. Mataku sibuk mencari Abim diantara kerumunan orang berlalu-lalang. Namun sayang tak kudapati Abim di sana. Janjinya untuk datang menemuiku kurasa hanya janji belaka. Kesetiaanku menunggunya di stasiun selama dua jam berlalu begitu saja. Amat dingin kurasa udara malam itu, tapi hatikulah yang lebih merasakan dingin. Mimpiku yang saat itu akan kurasakan pelukan hangat Abim serasa melayang jauh bersama sepinya stasiun.
Aku masih saja berdiri termangu. Mataku sudah basah akan air mata, menahan gejola hatiku yang kian membara.
“hai…lama ya nunggu aku” ucap seseorang lembut.Aku berbalik arah. Mataku melotot terkejut melihat Abim telah berdiri di depanku seraya nyunggingin senyum manisnya. Aku hanya tersenyum haru dan semenit kemudian aku segera merangkul Abim, melepaskan kerindukanku padanya selama ini.
“kamu membuatku hampir menangis Bim” ucapku di sela isakan tangisku.
“bukan hampir tapi emang sudah kan?” canda Abim. Aku memukul kecil dada Abim. Merasa haru sekaligus bahagia. Abim hanya tertawa kecil dan mendekapku erat.
“kita pulang yuk..” ajak Abim.
Aku termangu sesaat. Kecupan lembut yang begitu kurindukan tak kudapati saat itu. Sikap Abim yang selau kaku tetap kudapati meski telah satu tahun kami terpisah pada jarak. Jujur Abim bukanlah tipe cowok romantis. Abim adalah cowok tegas dan bijaksana yang tak pernah memberiku belaian lembut kecuali dengan canda dan leluconnya. Namun begitu aku selalu sayang dan cinta dia. Aku sendiri yakin bahwa Abim juga mencintaiku. Buktinya selama lebih tiga tahun kami pacaran tak sekalipun Abim menyakitiku. Abim selau membuatku tertawa diantara nada-nada humornya. Selama kami pacaran Cuma sekali Abim menciumku ketika aku ulang tahun dan itupun juga di kening.
“he..kok ngelamun sih, pulang yuk.” Kata Abim mengagetkanku. Aku mengangguk pelan dan membiarkan Abim menggandeng tanganku. Ada yang janggal saat itu kurasakan. Ya.. Abim mau menggandengku.
Satu jam telah berlalu sia-sia. Abim tak kunjung datang malam itu sesuai janjinya untuk menemuiku di taman. Aku hanya sabar menunggu meski setiap menit malam itu kurasakan penuh dengan rasa iri ketika melihat pasangan adam dan hawa yang tengah memadu kasih. Romantis sekali. Aku jadi teringat akan kata-kata Mita tadi siang yang membuat perasaanku bimbang.
“menurut gue pacaran tanpa belaian dan ciuman itu ibarat makan tanpa lauk, kurang lengkap.” Ceplos Mita mengomentariku ketika kuceritakan tentang sikap Abim selama kami pacaran. Mendengar komentar Mita aku hanya tertunduk.
“coba elo pikir selama elo pacaran apa yang sudah Abim kasih ke elo. Cuma kasih sayang? Itu kurang non, apa elo cukup puas dengan ngerasain kasih sayang itu dan apa elo sudah pernah dapat wujud dari kasih sayang itu?”
“maksud elo?”tanyaku tak mengerti.
“misalnya kalau dia apel dia ngasih setangkai mawar buat elo atau setidaknya dia mencium kening elo sebagai ungkapan dia sayang dan cinta sama elo”
“Abim memang tidak pernah melakukannya Mit…” kataku datar.
“lha trus kenapa elo betah. Cowok nggak romantis gitu kenapa masih elo pertahankan. Bisa makan ati tahu nggak! Boro-boro elo dibelai dipegang saja tidak. Menurut gue cowok seperti itu tidak bisa menghargai arti cinta. Elo benda hidup Rini yang kadang juga ingin disentuh, tapi sayangnya elo bego jika harus rela menyerahkan hati elo pada dia.” ucap Mita panjang lebar yang selalu mengiang-ngiang di telingaku.
Apa benar kata Mita? Entahlah aku sendiri tak mengerti. Kadang aku sendiri sempat berfikir apa benar Abim mencintaiku, karena selama ini Abim tak sekalipun membelaiku ketika dia apel. Hatiku benar-benar sakit mengingat itu semua. Abim bukanlah tipe cowok romantis yang selau kuimpikan, Abim yang selau bersikap biasa bila bersamaku dan anehnya semua itu kujalani begitu saja selama tiga tahun lebih Bukan waktu yang singkat memang, karena itu aku selalu berusaha menepis jauh-jauh kegundahanku soal cowok romantis. Tapi tidak dengan malam itu. Ketidaksabaranku menunggu Abim yang molor datang membuatku semakin yakin kalau Abim tidak menyayangiku ataupun mencintaiku. Hubungan itu hanya sebagai hubungan berstatus pacaran tapi tanpa cinta. Meskipun tiga tahun yang lalu Abim resmi mengikrarkan cintanya padaku.
“kamu lama ya menugguku? Maaf mobilku mogok tadi” kata Abim menghentikan niatku yang ingin meniggalkan taman saat itu juga.
“tidak ada alasan lain?” tanyaku sinis. Abim menatapku janggal.
“kamu marah Rin?”, tanya Abim datar.Aku hanya acuh tak acuh. Aku ingin tahu bagaimana reaksi Abim jika melihat aku marah. Aku ingin Abim mengerti apa yang aku iginkan, menjadi cowok romantis itulah mimpiku. Tidak seperti saat itu. Aku dan Abim duduk dalam jarak setengah meter. Tidak dekat dan mesra-mesraan seperti pasangan lain malam itu.
“Rin maafin aku, tapi mobilku emang tadi mogok.”
“kamu kan bisa telepon atau sms aku bim, bukan dengan cara membiarkanku menuggumu kayak gini.”
“aku lupa bawa Hp Rin.”, ucapnya pelan. Aku tetap tak mengindahkannya.
“kamu tahu tidak bim, malam ini aku semakin yakin kalau kamu memang tidak pernah serius mencintaiku” paparku tersendat.
“Rin kenapa kamu bicara seperti itu. Apa kamu kira selama tiga tahun lebih kita pacaran aku hanya iseng saja. Aku pikir kamu bisa paham tentang aku, tapi nyatanya…”
“ya aku memang tidak paham tentang kamu. Kamu yang kaku dan beku bila di sampingku yang tidak pernah membelaiku dan mengucapkan kalimat-kalimat indah di telingaku. Kamu yang cuma sekali mencium dan berkata aku cinta kamu. Kamu yang tidak memberiku perhatian-perhatian romantis selama ini. Kamu..kamu bim membuatku muak dengan semua ini”, kataku dengan nada tersendat. Mataku telah tergenang air hangat dan aku sunguh tidak sanggup lagi membendungnya.
“jadi kamu pikir cinta cuma bisa diungkapkan dengan keromantisan Rin, kamu kira apa hubunga kita terjalin tanpa rasa apa-apa dariku?”, tanya Abim. Aku masih terdiam bisu dalam tangisku.
“Rin..selama ini aku mengira kamu sudah mengerti banyak tentang aku, tapi ternyata aku salah. Kamu bukan Riniku yang dulu..”
“kamu memang salah menilai aku dan akupun juga salah menilai kamu. Menilai tentang hatimu dan tentang cintamu selama ini”
“perlu kamu tahu Rin aku sangat mencintaimu dan sayangnya rasa cintaku ini harus kamu tuntut dengan keromantisan”
“aku tidak bermaksud menuntut bim, aku cuma ingin hubungan kita indah seperti orang lain”
“wujud dari keindahan itu bukan terletak pada keromantisan Rin tapi terletak pada cinta itu sendiri. Aku tidak pernah membelai dan menciummu karena aku menghormati cinta kita. Aku tidak ingin hubungan kita menjadi ternoda dengan hal-hal yang dimulai dari belaian ataupun ciuman. Aku sayang kamu dan dengan itulah aku bisa buktikan seberapa dalam aku mencintaimu”Dadaku berdesir seketika. Segera kutatap mata teduh Abim. Disana kudapati keteduhan cinta dan kasihnya.
“Rin…jika kamu anggap cinta cuma bisa dinyatakan dengan sentuhan-sentuhan keromantisan itu salah. Cinta bukan cuma itu saja. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menjaga hubungan suci itu tetap suci sampai kita benar-benar terikat pada hubungan yang halal. Selama ini aku kira kamu bisa mengrti itu semua. Tapi aku salah dan untuk itu aku minta maaf jika aku tidak bisa menjadi seperti apa yang kamu mau”
“Bim aku cuma..”, ucapku tak kuteruskan.Ada rasa sesak yang keluar begitu saja di hatiku. Aku telah melukai Abim dan itu bisa kulihat dari kalimat datarnya.
“kamu tidak salah Rin dalam hal ini. Dan sepautnya aku melepaskanmu malam ini, membiarkanmu mencari cowok romantis seperti harapmu. Jangan kamu kira aku tidak pernah mencintaimu, karena itu membuatku terluka. Jujur selama hidaupku aku tidak pernah memikirkan gadis lain selain dirimu”Bersaman kalimat itu Abim berlalu meninggalkanku. Entah…kenapa bibirku tak mampu mencegah langkah Abim. Semua kurasa bagai mimpi. Hanya dengan satu kesalahan kubuat semua berakhir dalam sekejap.Air matakupun sudah mengalir deras. Seharusnya aku bangga memiliki Abim yang tidak pernah neko-neko. Seharusnya aku tidak mendengarkan pendapat-pendapat Mita tentang cowok romantis. Seharusnya aku tidak membuat Abim terluka saat itu.
Kereta api di stasiun Gambir sudah berangkat dua menit setelah aku tiba di sana. Aku berlari kesana-kemari memanggil-manggil nama Abim dari jendela satu ke jendela lain. Namun usahaku itu tanpa hasil. Kereta api dengan perlahan telah membawa Abimku dan juga cintaku pergi jauh. Aku berdiri terpaku melihat kereta api yang kian menjauh. Sesalku menumpuk. Aku datang terlambat hingga tidak sempat mengatakan maafku pada Abim.
Kini aku mulai sadar bahwa tidak ada yang lebih bisa membahagiakanku kecuali dengan kehadiran Abim. Bagaimanapun dia, romantis ataupun tidak dialah orang yang benar-benar aku cintai. Kenangan-kengan indah bersamanya walau tanpa kemesraan saat itu membelaiku dengan rasa yang teramat. Asaku telah pergi dan itu cuma bisa kulakukan dengan menangis terpekur di tempatku berdiri. Hidupku tiada arti tanpa Abim, dengan mencintainya apa adanya itu sudah lebih dari cukup. Tidak ada lagi tuntutan untuk dia berubah menjadi Abim yang romantis. Rasa sesal telah membuatku menyimpan permintaan maaf untuk Abim.
Sampai dadaku tersentak merasakan tangan seseorang meraih bahuku. Aku menatap tajam wajah itu. Mata teduhnya yang selalu membuatku merasa damai jika didekatnya. Kelebutan jiwanya senantiasa menyuguhkan warna indah dalam memoriku dan sungguh tidak ada yang lebih romantis selain dia…
-SELESAI-

Gimana, bagus kan ? gw suka banget cerpen itu, mungkin karena alur cerita utamanya cocok banget sama pandangan gw. udah gw baca tiga kali dan gw ga bosen. Gatau juga, tapi gw kadang mengerti perasaan sosok Abim di cerpen ini, visinya gw suka banget. Pandangannya tentang  keadaan “cinta” anak muda jaman sekarang yang udah melenceng jauh, menyalahi arti sebenarnya dari hal itu.
Gw rasa, gw pernah menjadi sosok “Abim” di dunia nyata. Tapi entahlah, gw lupa.
on Selasa, 28 Agustus 2012


Oooooi dante~ tebak gambar diatas itu apa ?
tau ? enggak tau ?
oh iya ya lo kan cupu ya, muahaha. 

Ok gw kasih tau, diatas itu gambarnya Syahrini, itu lho artis yang ga jadi nikah sama Anang karena penghulunya semaput keselek biji salak #eh?

Oh bukan, yang bener gambar diatas itu adalah komik Nan Nan’s daily life, baru gw beli siang tadi di gramed. Yep, gw udah pengen komik ini sejak 2 mingguan yang lalu, waktu itu gw baca sedikit previewnya di ngomik.com, tapi karena waktu itu gw lagi kere (emang biasanya enggak ?) jadi gw sempet belinya baru tadi. Iya tadi, sekalian dari kampus 2 ngurusin sesuatu gw mampir ke Gramed, sendirian. Dan iya, ini pertama kalinya gw ke gramed lagi sejak, sejak.. sejak, sejak itulah pokoknya (_ _”). Pertamanya sih iseng-iseng doang maen kesana mumpung masih agak pagian, lagian otak gw lagi cuntel ga nemu wangsit buat nerusin ngomik.

Oiya ada insiden kecil pas gw masuk ke gramed tadi, kunci gw ilang !
apa ? ga kaget ? -_-“ ok ok gw emang ceroboh, tapi tadi gw bener-bener kek pinang dibelah dua #bener gak ?, pas tau benda mungil itu ga ada di kantong gw. Gw yang udah di showroom buku-buku (lantai tiga bo’ !) turun lagi sambil nunduk-nunduk berharap ada orang bego ngejatuhin duit seratus ribuan #plak! Eh enggak ya, sambil berharap kunci gw ketemu maksudnya. Gw cari disetiap lantai ga ada, di tangga ga ada, di atas karpet ga ada, didalem etalase ga ada, di dalem kantong mas-mas penjaganya malah nemu permen sebiji. Mayan rasa mint biar seger, #eh?

Akhirnya gw sampe di parkiran dan t e r n y a t a ! kuncinya masih nyantol di motor -_-“.
setelah cengar-cengir penuh makna sama pak parkir gw ngacir lagi kedalem.

Melihat deretan deretan rak buku penuh komik dan novel kek gini gw jadi galau sendiri, galau mau beli semua tapi ga ada duit, akhirnya gw ngeliat-liat dulu. Pas gw sampe di etalase komik shoujo gw nemu salah satu judul komik yang reviewnya pernah gw baca di internet kemarin lusa, judulnya ada love-lovenya gitu lah :3.
kebiasaan gw tiap baca komik di toko buku kan jongkok di depan rak gitu, nah pas gw melakukan ritual jahat itu di kiri gw ada mbak-mbak SMU melihat gw dengan tatapan “mas-yakin-laki ?”-nya yang mengintimidasi gw secara tidak langsung. gw yang paham isyarat itu langsung menjatuhkan komik yg lagi gw baca untuk menyelamatkan harga diri kejantanan gw. Sambil perlahan menyingkir tentu saja.

Asem, bikin kaget aja tu mbak-mbak :@

Dan akhirnya, kalo emang jodoh ga bakal kemana kok. Gw inget kalo gw lagi ngidam komik Nan nan’s daily life ini, yatta ! dengan gelap mata gw nyari di seantero ruangan dengan beringas bagai banteng mengamuk, trus gw sadar dan menjadi manusia kembali setelah digajul sama mbak-mbak penjaganya #makasih ya mbak.
Muter 2x baru gw nemu tu komik, pas tinggal dua biji, dan letaknya ternyata di bagian komik shoujo disamping komik yang gw baca tadi, muahaha. Khawatir mbak intimidator tadi datang lagi gw ngacir ke bagian novel ngelihat-lihat buku yang dipajang sambil pasang tampang “oh-gue-udah-punya-nih” (padahal aslinya belom) tiap berpapasan sama orang #ga mungkin papasan sama gajah.

Seterusnya gausah gw ceritain ya Dan.

Skip aja, komik ini buatan dalam negeri lho. Terbitan Koloni, penulisnya adalah Eleonora Ananda. dari judulnya sih gw kira ada unsur self-insert sang penulis di komik ini, dan agaknya bener. Ceritanya berkutat keseharian Nan nan dan dua temannya yang ga biasa, seekor gurita bernama Tako dan ikan buntal bernama Fugu. Heran ? bentar dulu, dua makhluk itu adalah karunia dari dewa-dewi di kahyangan untuk Nan nan karena ia kesepian. Istimewanya ga seperti anak muda lainnya yang meluapkan kegalauan mereka di pesbok atau tewiter, Nan nan lebih memilih ngomik sebagai tempat curahan emosinya. Setiap saat ia sedih, marah, seneng, dan lain lain ia selalu menggambar karakter Tako dan Fugu. Dewa-dewi yang trenyuh akan hal itu akhirnya menghidupkan dua karakter rekaan Nan nan untuk menemaninya.

Selanjutnya, baca sendiri deh :3

Intinya, komik ini bagus kok. Lucu dan menginspirasi, apalagi dengan desain karakter yang moe binti chibi gitu, keseharian mereka yang kocak lumayan untuk mengisi waktu senggang dikala santai. Dari komik ini kita juga kadang nemu moment yang, ”oh iya ya.. kek gw kemarin ini”.

Overall, gw beri rate 7,5 dari 10
Happy reading :3
on Rabu, 22 Agustus 2012
"musik dimanapun"-August Rush.

salah satu quotes favorit gw yang meluncur dari si anak jenius musik August Rush. dan bener, musik ga selamanya terdiri dari komposisi not-not nada atau dentingan instrumen. musik bagi gw bersifat universal, segala sebentuk nada entah dari mana asalnya selama itu masuk dan menggetarkan intuisi gw, gw anggap itu sebagai sebuah musik. suara angin di sore hari, berkombinasi dengan gemerisik dedaunan yang saling bersentuhan, dan suara serangga yang menyambut malam, merefleksikan sesuatu yang membuat gw nyaman, gw sebut itu musik.


gw ga akan mendewa-dewakan musik seolah menyembahnya, itu ga sehat. gw cuma mau bilang, bahwa musik adalah salah satu anugerah tuhan yang kadang ga kita sadari dan syukuri, seperti hal-hal kecil semacam melihat langit sore hari, merasakan hembusan angin sepoi-sepoi yang hangat, itu semua adalah hal-hal kecil yang membuat gw bahagia.

dan soal "musik yang sesungguhnya", entah kenapa sekarang gw lagi gandrung banget sama musik klasik, terutama karya Johann sebastian bach. ok gw emang masih labil, gw udah mencoba berbagai macam genre musik, mulai dari yang bikin ngantuk sampai bikin kuping bernanah (lebay), gw emang kurang begitu suka memposisikan diri dalam satu spot.

ada beberapa lagu yang memberikan kesan bagi gw pribadi, mulai dari lagu-lagu masterpiece (secara pandangan mainstream) sampai lagu-lagu "bawahan" yang ga ikenal banyak orang. yah, musik emang personal, cara penerimaan setiap orang akan berbeda tergantung personifikasi orang itu terhadap suatu hal mengagumkan yang disebut, musik.