on Senin, 13 Februari 2012
(sebenarnya ini draft buat ikut lomba FF, tapi karena terlalu abstrak apa boleh buat, buang aja ke kotak sampah

~cast: Sasuke Uchiha, Konohamaru, Sakura Haruno, Itachi, Gaara.
(it's my first FF)

“berputar, dan  pulang..”, suara menyebalkan itu mengiang di telinga Sasuke sejak beberapa menit yang lalu. “pulanglah, Sasuke !”, katanya lagi dengan nada menjengkelkan yang entah seperti dikenalnya.


Lampu sein mobil Lancer hitam itu menyala di sebelah kiri, berputar dengan bunyi berdecit dan melaju cepat ke arah taman kota Konohagakure. Jalanan taman yang kecil seolah tidak kuat menampung badan Lancer hitam itu, berkali-kali rodanya terperosok dan menghantam batu yang  mencuat disepanjang kiri-kanan jalan.
“jangan kesana Sasuke !”, kini suara itu semakin melemah dan seakan menghilang, terganti dengan suara desir salju dan angin musim dingin yang seperti mengejek.

Sasuke menghentak pintu mobil dengan keras, menangkupkan jaket dan syal hitamnya ke leher untuk menghalau dingin, lalu berjalan cepat seperti seekor singa lapar. Seperti bukan dirinya.

Taman konohagakure, terbentuk dari rimbunan pohon-pohon pinus dan oak yang umurnya sudah ratusan tahun. Dengan dekorasi khas renaissance, mempunyai kubah-kubah mempesona ditengahnya sebagai tempat berteduh bagi para pengunjung yang datang untuk menikmati keindahan taman itu.

“bullshit !”, bagi Sasuke kubah itu merupakan tempat bersembunyi yang sempurna. Dengan dinding rapat yang hanya mempunyai satu pintu dan jendela, pengatur suhu yang berfungsi baik di musim dingin. Hampir seperti losmen murahan tempat para lelaki brengsek hidung belang memuaskan nafsu bejat mereka sepanjang malam.


 Ia hampir tiba di pusat taman ketika ponselnya bergetar, ada empat pesan singkat dari satu nomor yang sama, dari Konohamaru jagoan kecilnya.  Sasuke mengernyit  membaca pesan singkat yang sepertinya telah dikirim beberapa jam yang lalu itu, “ayah, ibu kemana ?”, bunyi isi pesan itu seperti mengiris benak Sasuke. Foto tiga orang yang tersenyum hangat muncul di layar ponselnya ketika ia menutup text editor setelah sekian kalinya ia berbohong kepada Konohamaru. Sasuke Uchiha, Konohamaru, dan Sakura Haruno tampak di wallpaper sebagai gambaran sebuah keluarga bahagia. “cih! Kau aktris yang hebat!”, gumamnya dan memasukkan ponsel itu ke saku jaketnya. Kini ia berjalan lebih hati-hati ketika melihat kubah putih yang separuh tertutup salju ditengah taman.


Di depan bangunan mungil itu terparkir mobil jeep kelabu beroda besar yang seperempat tinggi rodanya terbenam kedalam salju, agaknya sudah cukup lama disana. Dengan mengendap-endap Sasuke berjalan mendekati mobil itu dari sisi kanan, pintu depan jeep itu masih membuka sedikit sehingga lampu didalamnya masih menyala muram. Di kursi depan ia melihat tas wanita merah, dan sebuah syal merah muda, syal yang dulu dibelinya sebagai kado valentine. Kini baginya terlihat hanya sebagai onggokan kain kusut yang tidak berharga.


“ceroboh seperti biasa, Sakura”, giginya bergemeretak menahan emosi, ia tidak merasa kedinginan lagi. Dengan perlahan Sasuke mengendap ke samping jendela kaca bangunan shelter mungil yang menjadi buram akibat udara dingin, cahaya kuning lemah keluar dari dalam shelter itu. Cahaya lilin.
Dengan telapak tangannya ia membuat bulatan kecil di kaca dengan hati-hati, bermaksud agar orang didalamnya tidak mengetahui kalau mereka sedang diawasi. Dan ia berhasil, dengan agak berjingkat Sasuke melongok kedalam jendela kaca menembus cahaya muram lilin.


Seolah dunia runtuh, kepalanya seperti berubah massa menjadi seberat 100 kilogram. Emosinya memuncak, gambaran hidupnya yang tenang dan indah selama ini telah hancur. Didalam shelter sepasang pria dan wanita terlihat sedang melakukan suatu hal yang sepatutnya dilakukan hanya setelah mereka mempunyai ikatan suci.
Wanita berambut merah muda, yang dulunya selalu menyambut Sasuke dengan senyum hangat saat ia pulang dari bekerja, kini seolah menjadi orang asing baginya. Ia tidak tau lagi, ditengah rintikan salju terasa sesuatu yang hangat membasahi pipinya. Tanpa ia sadari air matanya menetes.


Tidak, ini bukan air mata kesedihan. Lebih tepatnya air mata kebencian, dengan pandangan dingin ia berlari kearah pintu dan mendobraknya, tidak bisa. Terdengar jeritan dari dalam, suara orang yang dikenalnya, ia mencoba sekali lagi, dan berhasil.


Kini ia berdiri di ambang pintu yang rusak dengan napas terengah-engah, memandang jijik kepada sepasang manusia yang juga tengah memandanginya dengan terkejut. Ia tak dapat berkata-kata lagi, hanya berteriak ngeri seperti serigala yang terperangkap. Tanpa sadar ia merogoh sesuatu dari balik jaketnya, sesuatu yang dingin dan berbau kematian.

-belum selesai

on Minggu, 12 Februari 2012

 entahlah, jika ada ekspresi yang paling sulit dilakukan, maka mungkin itu adalah bersikap manis kepada orang2.. tau sendirilah, dengan kapasitas muka setengah genderuwo dan suara cempreng yang menyakitkan hidung, apa kau pikir ini mudah bagiku ? T_T
#meluk tiang

baiklah mari kita coba mereview pribadi saya yang berkharisma ini supaya kita tau mana yang harus diservice komponennya. ehm.. mungkin ada beberapa faktor lagi yang menyebabkan saya selalu terlihat asem bagi orang lain. coba kita ke semak-semak. . . ok, mulai.

first !
faktor tampang.
seperti yang telah saya sebutkan di pasal satu ayat tigabelas, jenis perawakan saya adalah jenis hibrida, campuran antara tampang orang ngeden sama orang lagi takut ngelihat Spongebob, nah jika kau sebut itu bisa mendukung dalam beramah tamah dengan orang lain, maka kau gila.

second!
penjilat.
bukan menjilat secara harfiah seperti Avika menjilat Oreo, bukan. tapi menjilat dalam artian, perilaku buruk. ya, saya paling anti dicap sebagai penjilat. dan biasanya, penjilat selalu bersikap sangat manis dengan orang yang dijilatnya. coba bayangin ada bapak-bapak jilatin nenek-nenek sambil bilang, "uhh... nek, kamu manis sekali uhhh.. cpt mati ya, sebentar lagi uhhh hartamu akan kukuasai.. hmpfth",
dan seperti itu, ga enak kan ?

third!
melankolis.
saya anti sinetron, dan menurut saya, bersikap manis yang tidak wajar adalah seperti salah satu scene dalam sinetron dimana seorang cowok mewek-mewek dengan gaya unyu supaya si cewek mau jadian sama dia. si cewek yang iba kemudian memberikan sekotak tissue dan bilang, "uDach, JGn nAngIs eAah..", si cowok menerima dengan mata sembab dan bibir monyong, lalu mereka berpelukan.
di akhir cerita, si cowok memberi si cewek sebuah kertas merah bergambar pahlawan.
si cewek adalah kembang desa merangkap pedagang asongan.

fourth!
faktor orok.
emang udah dari lahir, kata teman-teman sepermainan yang kebanyakan menjadi korban saya bilang kalo secara platform, tidak ada harapan bagi saya untuk menjadi pria romantis yang lemah gemulai. damn !

fifth!
faktor percerain KD sama Anang.
maaf salah ketik.

sixth!
girlie.
entahlah, kalo menurut saya bersikap terlalu manis sepertinya membuat pria menjadi seperti wanita. dan itu menakutkan.

seventh!
kenaikan index IHSG.
duh maaf salah ketik lagi.
#ni keyboard keknya rusak ih -_-"

eighth!
tamat.

mungkin saya orang yang ribet ya ?
bodo amat.
Sayonara !
on Kamis, 09 Februari 2012
akhirnya nulis lagi disini. kemarin-kemarin karena terlalu sibuk di dunia nyata (manggung, jumpa fans, promo album, dan digebukin karena itu semua bo'ong) jadi saya agak mengesampingkan ini blog, lagian juga blog sepi gini, ga ada tuntutan untuk selalu update konten. sebenarnya juga saat saya nulis postingan ini karena warnet lagi maintenance, dan saya sebagai seorang OP yang kreatif selalu memanfaatkan waktu. daripada makan gaji buta, jadi saya bikin aja draft di Notepad, iseng2 sekalian latihan ngetik.

oh iya, tahun 2012 kayanya juga emang tahun pingsan nasional lho. udah 2 orang teman saya pingsan dalam seminggu terakhir ini, bukan karena terpesona sama kegantengan saya, bukan.. karena itu fitnah.
pertamanya Titik, teman satu kelas pas kemaren kuliah Metode Numerik. seperti biasa, karena saya mahasiswa yang rajin (terlambat), ingin tau, dan selalu haus akan ilmu pengetahuan (abaikan alasan kedua & ketiga) saya duduk didepan sendiri, tempat duduk favorit udah penuh bo'. disamping saya ada Apri, belakang ada adek angkatan si Fatina yang biasa dipanggil Faya bersandingan sama Muhrodin (sabar ya Asmi), serta beberapa teman yang lain dan entah siapa lagi saya ga hapal. mulanya kami mencermati setiap penjelasan yang diberikan dosen, walaupun presentase materi masuk ke otak < 0%. sampai kemudian kami dikejutkan oleh suara "bug !!" keras dan gemelotak suara kursi yang tersambar-sambar (masyaalloh bahasanya), OMG... tanpa kami sadari Titik sudah menggelepar-gelepar di lantai dengan tangan dan kaki mengejang. sadar kalo dia tidak sedang mencoba gerakan breakdance, pak dosen dan beberapa teman langsung mengangkatnya sementara saya bergegas membuka pintu kelas.. tuan-tuan dan nyonya, dia terkena ayan.
ya, belakangan kami baru tau kalo Titik menderita epilepsi atau bahasa ilmiahnya ayan, dan kami segera melarikannya ke UKS. setelah saya analisis, sepertinya ada indikasi dia keracunan rumus Metodus Numerokinesis yang menyerang sistem syaraf manusia.

untung saja Amonk, sang boyfriendnya Titik membawa obat penenang syaraf yang emang berfungsi untuk saat2 begini, setelah beberapa waktu, dia udah baikan...

dan satu lagi, Bahtiar.. dia emang udah sakit beberapa hari ini, ga heran kalo beberapa hari ga masuk ngampus. dan agaknya puncak kesakitannya (halah), adalah malam tadi.
semalam karena saya kasian sama Neko, saya berniat membawanya ke tempat Rico biar bisa main sama Pimpim (Pimpim, kucingnya Arya -red), (Arya, saya ga kenal -red), si pimpim ini suka main ke kamarnya Rico. dan karena Kimba sedang menjalani perawatan dirumah si monyong, jadi Neko ga punya temen bermain, jadilah saya eksodus-kan ke tempat si Cicil.
tapi karena saya bawanya pinjem keranjang hewan si monyong, dan dia ikut. ga afdol juga kalo Kimba ga diajak sekalian,

sampe disana Bahtiar ternyata emang udah parah, mukanya merah, tubuhnya kuning, kakinya biru, dan ilernya kemana-mana (fakta dengan sedikit per-lebay-an), kata si Rico udah ga mau makan dari siang. yasutra karena dipaksa juga pasti ga mau, akhirnya kami biarkan. saya ngegame, si monyong asik main sama kucing, dan Rico sibuk dengan urusan jual-beli VGA'nya.
ga berapa lama Neko dan Kimba yang kek kucing kerasukan berlarian keluar kamar, karena takut ntar mereka kabur, saya dan Bahtiar keluar mengejar tu dua makhluk.

Neko dan Kimba ketemu, tapi ada yg aneh sama Bahtiar, dia tiduran dengan tubuh tertelungkup di balkon kosan yang gelap. saya samperin panggil-panggil ga nyaut, saya tusuk-tusuk perutnya juga ga geli,
bo', dia pingsan. dengan sekuat tenaga saya dan Rico, kami mengangkat tubuh beratnya ke kamar. dan yang lebih menakutkan adalah dia ga bernapas T_T
setelah diberi pertolongan pertama sama Rico, akhirnya selamat.
dan dia minta makan..

MySpace

setelah saya inisiasi sebentar, agaknya 2012 memang tahun yang ga begitu bagus.
setubuh ?
on Jumat, 27 Januari 2012

Pagi tadi karena ada urusan mendadak di rumah, berakhir dengan saya pulang buru2 dengan mata sebelah masih merem dan hampir celaka di jalan. Yah, urusan yang cukup mendesak sampe ayah telepon marah2  jam 5 pagi kalo saya ga bisa datang.
You know?? ,, bikin KTP elektronik..
mwooo ?
ya, sekarang apa2 memang serba digital, KTP elektronik, surat elektronik, buku ?? elektronik.. besok2 mungkin orang cebok juga pake listrik kali ya, ga kebayang rasanya geli2 gimana gitu :D
aish..! #gaya si monyong
untuk urusan seperti ini ayah memang sensitif, katanya segala hal tentang pendataan & data diri itu penting, karena menyangkut masa depan karir, nahlo ? kirain modal muka ganteng doang, wkwkwk #digampar.
Skip! Intinya, satu kata.. N G A N T R I
untuk urusan kek gini pemerintah emang rempong, penanganan masyarakat selalu terkesan seadanya, tadi aja orang ngantri bejibun sampe ada yg marah2 udah datang pertama tapi dapet nomor urut akhir. Lha mbok iyao gitu lho, dijatah selama periode beberapa hari, ga sekaligus kek gini, kan jadinya lasut.
Tapi ga penting juga ding, yg penting saya udah beres. Tadi sebenarnya ada beberapa kesalahan di database pemerintah sama data di KTP yg lama. Tapi berhubung ayah adalah salah satu orang yang “dituakan” di kampung ini, jadi ya taulah.. namanya Indonesia, yang punya kuasa yang menentukan.
Urusan udah selesai, setelah ngantri ga sampe 1 jam. Udah mau pulang dan balik ke kos tiba2 di parkiran dipanggil seseorang,
“mam !”, begitu bunyinya menggetarkan buluh2 jiwa
“Ifun ! ngapain disini ?!”, ..................
MySpace
#digampar+dicekek+digantung-di-pohon-pisang

aiih, baiklah, itu bukan Ifun. Ternyata teman lama saya semasa SMP, namanya Siska. Saya agak pangling juga sebelumnya, ada cewek manggil2 eh. pasalnya jika bukan karena mukzizat dan faktor muka udah terlalu melas pasti peristiwa kek gini ga akan terjadi.
“eh ?”, saya agak mengernyit heran
“gayamu! Ini aku Siska!”, katanya sumringah
“ooooh.. iyaaa, Siska tukang bensin kan?”
Siska: ................... #plak!
dan gamparan di pundak mengawali percakapan basa-basi kami sampai akhirnya saya dan Siska pulang ke habitat masing-masing.
Setelah sampe dirumah, satu hal mengenai tadi..

“Nyet! Temen2 gw kok sekarang cakep2 ya?” T_T #nelen ludah
Bener lho, dulu waktu masih SMP waktu masih buluk-buluknya. Ke kantin sama2, nongkrong ngalay di pinggir jalan, ngelemparin mangga pak haji Maryuni, waktu itu kami udah ga berbentuk manusia lagi agaknya, masih ovum dengan sedikit sentuhan minyak sayur, item dan berminyak. Tapi lihatlah sekarang, temen2 SMP mulai dari Siti, Hendri, sampe Siska yang ketemu akhir2 ini secara ga sengaja, mereka berevolusi menjadi manusia bercahaya, jadi ganteng dan cantik.
Dari obrolan singkat tadi, saya baru tau ternyata  Siska sekarang telah bekerja di salah satu hotel di Jogja juga, sempet tuker2an nocan plus minta nomor temen2 yang lain. Tanpa saya sadari ternyata mereka masih berdomisili di seputar Jogja juga. Cih, ketauan banget kurang pergaulan
Dan satu lagi yang saya pahami, manusia memang akan selalu berubah. Dari yang dulu ga jelas menjadi dambaan, yang mulanya membenci bisa jadi mencintai, yang dulunya saling mencintai bsa jadi membenci, yang dulunya ngalay sekarang jadi artis,
Pokoknya, kita ga akan bisa memaksakan seseorang untuk menjadi selalu seperti yang kita inginkan. Mereka juga punya ruang pribadi dan hak untuk menentukan jalan hidupnya sendiri, tak peduli seberapa besar kita mengkhawatirkan atau menyukainya, mereka juga punya hak untuk ruang mereka sendiri. Dan ketika mereka memutuskan untuk berubah, tak ada hak bagi kita untuk mencampurinya.. walaupun kadang hal itu akan sangat berat untuk dilakukan...
Lho kok jadi galau ?
Ah pokoknya begitu lah,
permisi, ada monster datang.. saya juga harus berubah, cao !
Yey monster.. akikah bilangin ye, jangan bikin ribong disindaaang ih, nanti akikah cipok baru tau rasa yey




on Kamis, 26 Januari 2012
Udah 3 hari ini saya make motor milik adek keponakan, yah taulah, tipikal motor gaul jaman sekarang, yang kalo naek pantatnya nungging. eh ternyata emang enak dipakenya, bahkan kemaren mbak Liza sempet bilang, "Wah mam keren banget......
saya: MySpace
......Motornya!"
MySpace

ah sudahlah, sebagai seorang pemuda yang sedang masa pertumbuhan dan masih labil plus unyu, wajar dong hasrat merengek saya muncul menghantui bergentayangan di sekitar kepala (bayangin aja). gimana ya misal saya minta ayah buat beliin yang kek gini juga, yah itung-itung saya kan juaraaang banget minta sesuatu, paling minta dibeliin kolor ijo aja buat dinas waktu itu (oops!)
MySpace
untunglah sisi dewasa saya (cieeh) membisikkan sesuatu di benak yang menuntun saya kearah yang benar, "jangan membanggakan yang bukan milik kitahhhh".."yahhhhh". begitu katanya hangat merasuk jiwa.. 
bagai anak kecil yang dirampas Blackberrynya, saya ditampar oleh kenyataan bahwa dulu saya pernah berjanji dibawah guntur yang menyambar-nyambar kepada ayah bahwa saya akan mandiri, tidak akan minta uang sepeserpun dari beliau. dan benar lho, selama saya kuliah sampe detik ini saya ga pernah minta duit sama ayah, mintanya sama ibu tapi.

setidaknya, sebagian besar kebutuhan dasar bertahan hidup kini sudah saya penuhi sendiri. kuliah dan kerja paruh waktu, walaupun melelahkan, tapi sensasinya menyenangkan. membeli sesuatu dengan keringat sendiri itu seperti, dicium Olga :D !!
#apa enaknya -_-"?

BTT, dan seandainya suatu saat saya punya itu motor nungging, maka itu adalah ketika saya sudah bekerja dan membelinya dengan keringat sendiri..
MySpace

lagian naik motor di Jogja udah kek pertarungan alam rimba, yang kuat diatas, yang lemah dibawah.. nahlo ?
on Selasa, 24 Januari 2012

Salah satu dari banyak hal yang bisa membuat saya tidak berkutik adalah, potong rambut. Bila banyak orang “normal” biasanya sehabis potong rambut dengan bangga memamerkan potongan rambut barunya, maka yang saya lakukan adalah sebaliknya. Dengan keeksotisan jenis rambut dan bentuk kepala yang hampir menyerupai bola pingpong kelindes truk, maka seharusnya saya termasuk dalam orang paling tabah sedunia. WTF ? Maksudku, hey man! Enak punya rambut seperti kalian yang mudah diatur dan pasrah aja diapa-apain. Rambut saya termasuk penganut demokrasi modern, jadi menaklukkan mereka butuh usaha ekstra bagai bertarung sama banteng yg ekornya dicepit pake jebakan beruang (lebay).
Dan satu lagi, sulit sekali mencari tukang potong rambut yang punya chemistry dengan hati dan perasaan saya (berasa kek nyari cowok), (eh maksudnya cewek). Alih-alih menjanjikan bentuk baru yang matching, biasanya mereka malah menjadikan rambut saya sebagai bahan eksperimen.
Contoh :
Ekspetasi :
Saya: “Mas, dirapiin aja ya. Gausah pendek2”
Pak cukur: “Ok mas”
Hasil akhir: Harry Panca abis kena alat pemotong rumput kepalanya.
Saya: “Mas ? udah berapa taun jadi tukang kebon ?”
Setelah nunggu berbulan-bulan sampe rambut panjang (dan ancur)
Ekspetasi:
Saya: “Mas, tau Choi Siwon ?”
Pak Cukur: “Artis ya mas ?”,
Saya: “Iya, yg kek gitu aja ya. Tau kan ?”
Pak Cukur: “Enggak mas”
ah lupakan,
Ekspetasi:
Saya: “Mas, yg kek gini ya! (nunjuk model shaggy)
Pak Cukur: “Siap Mas! Pegangan!”
(Lu kate naek metro mini ??)
Hasil akhir: “Kok saya jadi kek tukul mas ?”

dan tadi, setelah 2 bulan sejak potong rambut terakhir..

Pak Cukur: “mau digimanain mas ?”
Saya: “dirapiin aja mas, gausah pendek2” (dalem hati: terserah lu lah! Masih untung andai pala gw ga berlobang -_-“)
Pak Cukur: “Siaap mas! Seperti biasa!”
Saya: “Pegangan ?”
Pak Cukur: “Bukan, Asolole !”
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Hasil akhir: “MAS ! TAU DEFINISI KALIMAT “GA USAH PENDEK2 GA SIH !?” \(T_T)/
Ah sudahlah, mungkin memang beginilah adanya. Dan tadi, saya udah yang ke-55 kalinya menyesal setelah potong rambut. Sekarang bentuk potongan rambut dan kepala saya jadi, entahlah.. terlalu abstrak.
#meluk tiang
Heran kenapa saya masih langganan di pak aneh itu ya ?
on Minggu, 22 Januari 2012
nggak, saya bukan tipe orang yg suka dengan segala jenis drama (terutama drama dari Indonesia). sejak jaman saya masih ganteng (+- 2000 tahun yg lalu), sampe sekarang hanya ada dua drama, dan itu dari korea yang saya tonton secara serius (baca: kebawa -red). yaitu You're Beautiful (kalo di Indosiar jadi "He's beautiful) dan yg baru2 ini, 49 Days.
MySpace
kalo di You're beautiful saya cukup (enggak, sebenarnya sangat) memberi apresiasi #malu, soalnya emang jalan ceritanya bagus, dan fresh. selain itu charanya yg "tipe gueh beudh", sebut saja Go mi nam yang agak tomboy (+ potongan rambutnya yg keren!), dan lalu Hwang tae kyung yg dingin, dan berair..
#plak! pokoknya intinya saya suka drama ini, hahaha
MySpace

49 Days ! inti postingan ini, biarpun katanya kesan drama-nya kental banget, tapi entah kenapa mungkin karena ada 2 chara disini yg bikin drama ini jadi menarik. yaitu sosok Scheduler, dan second chara(kalo menurut saya) Song Yi Kyung. mari saya kasih liat dulu potonya:

The Scheduler.. cool isn't it ?
MySpace keknya ada yang salah ?
MySpace WTF dude! maap salah gosok, malah jin alam malakut nyang keluar MySpace

Nah ! There he' is
fiuh.. MySpace akhirnya berhasil, perlu berkali-kali gosok tuh pantat lampu biar bener. BTT, Scheduler disini adalah mungkin mirip dengan seorang malaikat maut, hanya saja tugasnya cuman mengawal jiwa orang ke dalam.... lift ?
ya, drama ini aneh dalam soal konsep teologinya (bener ga sih?), terserah deh pokoknya disini malaikat mautnya menyimpang ! dia gaul bo' !
dan itu keren, hahaha.. saya ga tau siapa yg meraninnya, cuman kalo diliat dari tampang dan bentuk tiang listriknya (hyalah), keknya dia artis Korea, hmm.. and FYI ternyata Scheduler ini di masa lalunya ada hubungan sama chara yg akan saya sebutkan berikutnya.

Olga 

(Olga, ga ada hubungannya dengan Drama ini. jadi kita lupakan saja.)

Say Hi !
 yap! Song Yi Kyung, pertama pas saya liat chara yg satu ini langsung klop.. kasual, muka jutek, kehidupan urban, dan sneakers. ceritanya Yi kyung adalah kakak dari main chara di drama ini, hanya saja mereka terpisah waktu kecil (sotoy, pdhl belom liat sampe cerita itu :D ). saya ga pinter cerita jadi soal jalan ceritanya langsung nongton aja deh,

ga punya tipi ? kasian.

lanjut,
lanjut ? udah gini aja kok.
oh yasutra.. at last, walaupun suka drama (ini) saya masih tetap seorang pria sejati, jadi gausah khawatir..
MySpace


#oiya kemaren di Salon Lutuye ada diskon buat bleaching rambut lho, sana yuk..
mariiiiiiiii
MySpace